Ragam  

LSM PIPRB Soroti Koperasi yang Nebeng di Sekolah Bojonegoro Menjadi Ladang Bisnis.

admin
Img 20240615 Wa0217

Bojonegoro – Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah, yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Sabtu, 15/6/2024.

Disadur dari buku Seluk Liku Koperasi Sekolah (1982) oleh Ima Suwandi, pengertian koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari siswa-siswa sekolah dasar, sekolah menengah tingkat pertama, sekolah menengah tingkat atas, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lain yang setaraf.

[irp]

[irp]

[irp]

Sehingga, koperasi sekolah merupakan suatu perserikatan yang ada di sekolah dengan menjual kebutuhan atau keperluan belajar mengajar dengan harga relatif murah dan dikelola oleh semua warga sekolah tersebut.

Status koperasi yang dibentuk di sekolah adalah koperasi terdaftar, namun tetap mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi. Pengakuan tersebut dari pemerintah yang berasal dari dirjen koperasi, merupakan izin untuk menjalankan kegiatan usaha koperasi sekolah.

Dari data yang dihimpun media ini, hampir semua sekolah pendirian koperasi dilingkungan sekolah tidak jelas. Koperasi itu disebut koperasi sekolah atau koperasi siswa.

Sidiq Rianto ketua koperasi SMPN 1 selaku ketua koperasi SMPN 1 Bojonegoro saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk koprasi di SMPN 1 ini itu bukan koperasi sekolah, dan bukan koperasi siswa. Tetapi di SMPN 1 ini adalah koperasi pembelajaran untuk siswa, jadi kami pihak sekolah memberikan pembelajaran, mengenai bagaimana cara mengelola sebuah koperasi.

“Kenapa disebut koperasi pembelajaran tidak disebut koperasi sekolah atau siswa karena, kalau koperasi sekolah harus memiliki badan hukum, tetapi untuk koprasi SMPN 1 tidak punya. Kalau disebut koperasi siswa juga tidak, karena kami tidak ada rapat tahunan, tidak ada pembagian laba untuk siswa. Maka dari itu kita pihak sekolah menyebutkan koperasi pembelajaran lebih tepatnya.

[irp]

[irp]

Lebih jelas ungkap Sidiq, Jadi kami pihak sekolah hanya menyediakan apa yang dibutuhkan oleh siswa, seperti alat tulis, foto kopi, bet, dan lain sebagainya. Untuk seragam tidak diharuskan membeli disekolah. Tetapi seragam boleh membeli di luar, dan untuk siswa yang dari anak tidak punya, atau anak yatim – piatu itu mendapatkan gratis dari sekolah.

“Saat disinggung mengenai siapa yang menjadi kontributor dalam koperasi,,? Sidiq selaku ketua koperasi hanya diam.

Dilokasi yang berbeda Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (PIPRB) yang beralamat di jalan kapten Rameli Lr 5 kelurahan Ledok Wetan Kec Bojonegoro melalui Ketuanya Manan menjelaskan, bahwa rohnya koperasi adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

Sepanjang tidak melaksanakan itu, berarti bukan koperasi, namun sekolah telah melakukan bisnis dengan dalih koperasi. Karena bisnis di sekolah ada larangannya.

Dan kalau itu berbisnis, Manan mempertanyakan, apakah selama ini kesejahteraan guru yang rata rata PNS/ASN itu masih kurang ?

Kami kira tidak, karena kami lihat guru PNS/ASN mendapatkan tunjangan lebih daripada PNS/ASN lainnya. Dan hanya serahkan lah penyebab utamanya, kalau penghasilannya masih kurang sehingga sekolah dipakai ladang berbisnis

Dan kalau itu pembelajaran kepada murid, mana yang diajarkan kepada murid ?tanya MANAN mengakhiri pembicaraan.(Tim/Red)

Kontribusi liputan: Laela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *