oleh

Dana PIP Milik Siswa Raib, Wali Murid SDN II Karangdinoyo Sumberrejo Penuhi Undangan Kasek

Bojonegoro – Adanya permasalahan soal dugaan penggelapan dana PIP yang dilakukan oknum pegawai SDN II Karangdinoyo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Kepala SDN II Karangdinoyo memanggil sejumlah wali murid untuk di ajak diskusi ( mediasi). Pada (5/2/24).

Sejumlah wali murid SDN II Karangdinoyo nampak menghadiri undangan kepala Sekolah untuk di lakukan mencari jalan keluar terkait dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang di bawa oleh oknum operator SDN II ( IM ) yang saat ini tidak tentu keberadaannya.

Baca Juga  Oknum Pegawai di SDN II Karangdinoyo Sumberrejo Diduga Gelapkan Uang PIP Milik Siswa

Baca Juga  " Wani Piro" Diduga Ada Penawaran Pembayaran Perbulan Kepada Orang Tua Wali Murid Yang Baru Saja Mendaftar

Baca Juga  Diduga Tempat Karaoke Di Balen Sediakan Miras

Mediasi yang di hadiri oleh wali murid SDN II dan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan segenap guru SDN II yang dilakukan di salah satu ruang SDN II Karangdinoyo nampak lancar meski ada beberapa ketegangan.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Karangdinoyo Aipda Yudi yang juga ikut dalam kegiatan mediasi tersebut menerangkan bahwa Kami serahkan semua kepada wali murid.

“Kami hanya sekedar mediasi hasil keputusan akhir kami serahkan ke warga/ wali murid”  Ujar Yudi.

Baca Juga  Dunia Pendidikan di Mojokerto Tercoreng , Kebijakan SMA-N 1 Memberatkan dan Tidak Transparan

Disisi lain, salah satu warga yang tidak mau di publikasikan namanya menuturkan, kami sangat kecewa atas ulah oknum IM tersebut, kami berharap untuk segera di proses secara hukum,

Dirinya menambahkan, bukan hanya dana PIP saja yang di pakai untuk kepentingan pribadi, oknum IM juga telah melakukan pemalsuan data NIK milik warga setempat untuk mendaftar di P3K,  ijazah S1 yang bersangkutan diduga dari perguruan tinggi Unirow Tuban.

Karena pihak sekolah SDN II sudah tidak mau tanggung jawab perihal dana bantuan program Indonesia Pintar ( PIP) kami berharap untuk pihak komite sekolah SDN II dan Dinas terkait bisa memberikan solusi dan kami ingin kasus ini untuk di proses secara hukum.( Sl/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan