oleh

Antisipasi Wabah DB, Desa Karangdinoyo Lakukan Fogging

-Desa-28 views

Bojonegoro – Untuk mengantisipasi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Karangdinoyo bekerjasama dengan Puskesmas Mejuwet melakukan pengasapan (fogging) dilingkungan Desa dan rumah warga pada hari Rabu (10/01/2024) pagi tadi. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Karangdinoyo Drs. Kasturi bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Karangdinoyo turut hadir mengikuti kegiatan tersebut bersama perangkat desa serta petugas dari Puskesmas Mejuwet.

Baca Juga  Gegerkan warga Desa karangdinoyo, Ular Sanca Kembang Sepanjang 3,5 Meter di Amankan Petugas Damkar.

Baca Juga  Babinsa Koramil Sukosewu Bojonegoro dampingi Petugas Dinkes Lakukan Fogging

Baca Juga  Belum Juga Dilewati Roda Empat, Jalan Aspal Desa Miyono Sudah Retak Memanjang

Kepada media ini, Bhabinkamtibmas Desa Karangdinoyo Aipda Yudi saat dilapangan mengikuti kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Desa Siaga guna pencegahan wabah demam berdarah di desa. Kegiatan pengasapan di Desa Karangdinoyo dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 10 dan 11 Januari 2024 di 4 Dusun secara berturut – turut.

“Saat ini sudah memasuki musim penghujan, dimana banyak nyamuk mulai bertelur terutama nyamuk aedes aegepty penyebab virus DBD”, ungkap Kepala Desa.

Sementara itu, Mantri Desa Karangdinoyo M. Kharis, A.md.Kep, yang juga mengikuti kegiatan mengatakan bahwa untuk mengantisipasi wabah DBD juga membagikan serbuk abate untuk disebarkan di bak – bak penampungan air dirumah masing – masing warga.

Baca Juga  Tidak Hadirnya Kades di Kegiatan PPDI Sekecamatan Kedewan Diduga Ada Campur Tangan Dari Kecamatan

Selain melakukan pengasapan dan membagikan bubuk abate, juga melakukan penyuluhan mengenai pola hidup bersih dirumah dengan melakukan 3M, menutup bak – bak penampungan air, menguras bak penampungan air minimal seminggu sekali serta mengubur/membuang benda – benda yang ada disekitar lingkungan yang berpotensi menampung genangan air.

“Menggantung pakaian selain dilemari dan tidak menutup lemari pakaian dengan rapat juga berpotensi dijadikan sarang nyamuk”, terang Pak Mantri.( Sl/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan