oleh

TNI Goes to School, Babinsa Koramil Kepohbaru Bojonegoro Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja

-TNI-19 views

BOJONEGORO, – Melalui kegiatan bertajuk ‘TNI Goes to School’ jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/Kepohbaru Kodim 0813 Bojonegoro, kenalkan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara kepada 78 pelajar MTs Muhammadiyah 8 Desa Sumberagung Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, Selasa (12/12/2023).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penguatan bela negara bagi generasi muda khususnya kalangan pelajar, sehingga memiliki karakter yang baik, tangguh, disiplin serta mempunyai rasa nasionalis dan patriotisme yang kuat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selaku pemateri dalam kegiatan itu, Bintara Tinggi Tata Usaha dan Urusan Dalam (Bati Tuud) Koramil 0813-07/Kepohbaru, Peltu Sujiono, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya juga mensosialisasikan pencegahan dan penanganan kenakalan remaja, tindak kekerasan dan perundungan atau bullying.

Baca Juga  Babinsa Koramil Sumberrejo Bojonegoro bantu Pengecoran Pembangunan Masjid Desa Ngampal

Baca Juga  Mantabkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Kepohbaru Bojonegoro dan Warga Bayemgede bantu Pengecoran Masjid

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup, Kodim Bojonegoro Tanam Ribuan Pohon Penghijauan

Menurut dia, hal tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir kenakalan dan tindak kriminal yang dilakukan remaja seperti tawuran, bolos sekolah, mabuk-mabukan, balapan liar, karena dampak yang ditimbulkan sangat merugikan bagi pelajar itu sendiri dan orang lain.

 

Masih menurut Bati Tuud, maraknya kenakalan remaja bukan hanya tanggungjawab guru di sekolah, pemerintah ataupun TNI-Polri, namun menjadi tanggungjawab bersama. Yang mana pada usia remaja yakni dari 12 sampai dengan 17 tahun, merupakan usia transisi yang belum matang dan beberapa faktor penyebab kenakalan remaja diantaranya dari sisi internal seperti krisis identitas dan kontrol diri yang lemah.

Sedangkan dari sisi eksternalnya, lanjut dia menjelaskan, seperti adanya disfungsi keluarga, pengaruh komunitas yang kurang baik, dasar agama yang kurang, dampak perkembangan teknologi, permasalahan yang dipendam dan lain sebagainya.

“Melalui kegiatan ini kami berharap, adik-adik semua untuk mampu menjaga diri dengan baik, menjaga pergaulan agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal buruk, serta tidak melanggar hukum dan menjaga situasi tetap aman, damai dan sejuk,” pesan Peltu Sujiono. ( Red/ kodim bjn)

Komentar

Tinggalkan Balasan