oleh

PJ Bupati Bojonegoro Tekankan Gali Potensi Wilayah Baru Dalam Penetapan RDTR Sumberrejo

BOJONEGORO- Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto menekankan sinergi antar bidang dalam penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal itu untuk mewujudkan ketahanan lingkungan, ekonomi, sosial dan energi. Selain itu juga perlu menggali potensi wilayah untuk kemajuan daerah.

Penegasan ini disampaikan Pj Bupati Adriyanto dalam kegiatan konsultasi publik 2 RDTR perkotaan Sumberrejo and Kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) RDTR perkotaan Sumberrejo. Acara digelar Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro di gedung Angling Dharma Lt. II Gedung Pemkab, Senin (20/11/2023).

Baca Juga  Usai Pemilu, Logistik Desa di Kecamatan Sumberrejo Kembali Ke PPK.

Baca Juga  Pertumbuhan Produk Domestik, Ekonomi Bojonegoro di 2021 Naik 3,55Persen.

Baca Juga  Ciptakan SDM Unggul, Pemkab Bojonegoro Gandeng PKN STAN Gelar Pelatihan

Selain Pj Bupati Adriyanto, hadir pula Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Retno Wulandari, Camat Sumberrejo, Camat Balen, Kepala OPD terkait, dan perwakilan tokoh masyarakat.

Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan konsultasi publik 2 ini untuk membahas RDTR dalam mengantisipasi perubahan penataan kota Bojonegoro khususnya di wilayah Sumberrejo. Di samping itu juga untuk mendetailkan setiap lokasi atau wilayah yang masuk RDTR.

“Harus saling bersinergi dan berkorelasi baik dengan ketahanan lingkungan, ekonomi, sosial dan ketahanan energi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pj Bupati Adriyanto menjelaskan bahwa secara ekonomi Kabupaten Bojonegoro masih tergantung pada hasil minyak dan gas. Maka, dengan momen ini dapat mencari masukan cara menggali potensi baru di masing-masing wilayah.

Baca Juga  Komisi A DPRD Kabupaten Tuban Sayangkan Sikap Camat Plumpang Saat Usir Wartawan

mentara itu, Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah menambahkan bahwa potensi wilayah Kecamatan Sumberrejo adalah fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan pergerakan ekonomi yaitu pasar. Selain itu, Sumberrejo juga memiliki industri pertanian dan juga industri rokok. “Potensi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang wilayah tersebut menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sekda Nurul Azizah juga mengatakan beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Diantaranya wilayah rawan kekeringan, dan sambungan rumah PDAM belum merata. “Maka dari itu, peserta diharapkan memberikan masukan sesuai kondisi fakta yang bisa dikembangkan sebagai langkah kedepan,” harapnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Retno Wulandari menambahkan konsultasi publik 2 ini untuk mendapatkan masukan dan penajaman terhadap hasil prosesi RDTR yang meliputi Kecamatan Sumberrejo dan Kecamatan Balen.

“Untuk hasil akhir RDTR akan diintegrasikan dalam sistem online yaitu Online Single Submission atau (OSS) sebagai acuan perizinan dan usaha di perkotaan Sumberrejo,” imbuhnya.( red)

Komentar

Tinggalkan Balasan