oleh

Pembangunan Jembatan di Jalan Poros Sugihwaras- Kedungadem Diduga Cacat Mutu dan Langgar UU KIP.

-Ragam-199 views

Bojonegoro  – Proyek Pembangunan Jembatan di jalan poros Kedungadem- Sugihwaras tepatnya di Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, patut dipertanyakan kinerja pengawas dan Konsultan, pasalnya pada saat pengecoran Abutment atau dinding jembatan nampak ada upaya penyiasatan campuran dalam mixer redimix, selain itu, pembangunan proyek Jembatan juga tidak di lengkapi dengan papan informasi.

Baca Juga  Tambang Pasir di Desa Mendenrejo, Kradenan,Blora Bebas Beraktivitas, APH Terkesan Tutup Mata
Baca Juga  Pertamina EP Aset 4 Field Sukowati Bersama KPH Bojonegoro Lakukan Penanaman 1.000 Pohon.

Proyek yang tidak jelas siapa pihak pemenang tender ini diyakini ada dugaan cacat mutu pada saat Pengecoran Abutment atau dindin jembatan yang di tambahi air waktu pelaksanaan pengecoran, Pada Rabu (13/9/2023).

Pantauan di lokasi, terlihat pekerjaan pengecoran Abutment jembatan atau dinding jembatan, para pekerja menuangkan air pada mobil beton dengan air mengunakan ember ke talang untuk mengencerkan beton di saksikan oleh pelaksana proyek yang tidak memikirkan hasil kualitas beton yang tercampur air, bukankah hal itu akan mengurangi baik kualitas maupun mutu beton tersebut.

Yang menjadi perhatian di lokasi saat pengecoran dilakukan tidak ada pengawas dan konsultan, pihak yang berkewajiban tidak menjalankan tupoksinya secara profesional.

Baca Juga  Festival Gresspoots se-Jawa Timur," Tunas Sakti Cup1, 4 Tim lolos Jadi Juara Terbaik U11

Tidak adanya pengawas dilokasi saat proses pengecoran ada dugaan main mata dan pembiaran dalam pekerjaan, Seharusnya pada saat pelaksanaan kegiatan harus di dampingi oleh Konsultan dan Pengawas sebagai bentuk tanggung jawab didalam kontrak kerja.

Masih di tempat yang sama, pelaksana proyek yang tidak mau di publikasikan namanya menyampaikan, sebetulnya juga tidak boleh di tambahi air lagi.

” Kalau banyak air mutu beton juga bisa berkurang dan untuk papan informasi nya belum di pasang ” ujarnya.

Baca Juga  Pembangunan Rigid Beton di Poros Mayangkawis- Nglajang Sudah Ada Yang Retak, Warga Pertanyakan Kwalitasnya

Kurangnya informasi di lokasi proyek dan juga tidak adanya papan informasi, keterbukaan informasi publik ( KIP) Proyek Pembangunan jembatan di jalan Diponegoro poros Kedungadem- Sugihwaras di duga telah menyalahi aturan dan melanggar UU keterbukaan informasi publik ( KIP), diketahui proyek jembatan berasal dari dana APBD 2023 kabupaten Bojonegoro.

“Proyek pemerintah yang tidak mencantumkan papan plang proyek dalam pembangunannya bukan hanya melanggar Undang – Undang keterbukaan informasi publik (KIP), tetapi juga bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 dan Perpres No 70 tahun 2012, tentang kewajiban memasang papan nama pada pembangunan proyek yang dananya dibiayai oleh negara.

Seharusnya tugas pengawas dan konsultan bener-bener mengawasi pekerjaan jangan membiarkan, harus tegas untuk memberi tegoran kepada kontraktor pelaksana yang nakal tidak mengutamakan kualitas dan mutu dalam sebuah pembangunan proyek.[ tim/red]

Komentar

Tinggalkan Balasan