oleh

Ramainya Pemberitaan BKKD Cangaan- Kanor, Kades: Jangan Hanya Katanya

Bojonegoro – Soal berita disalah satu media Siber yang menuding Pembangunan jalan poros desa Cangaan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang diduga tidak sesuai spesifikasi disayangkan Pemerintah Desa dan juga pihak Rekanan.

Saat ini, kegiatan BKKD untuk jalan poros Desa Cangaan pada tahun 2023 senilai Rp 1.090.476.000 dan dikerjakan CV.BREGASE baru selesai dikerjakan sesuai progres 50 %

Baca Juga  Gerak Cepat Kepala Desa Babad Tangani Aduan warganya
Baca Juga  Tak Terawat, Pembangunan Taman Desa Sumberejo Diduga Habiskan Dana Ratusan Juta

Sehubungan dengan pemberitaan yang mengarah pada pengunaan besi strous pada kegiatan pembangunan jalan poros desa Cangaan yang dianggap menyalahi bestek dan syarat Mar-up. Hal itu membuat pelaksana geram.

Bukhori direktur CV. BREGASE mengatakan, mengenai pemasangan besi struos tersebut yang mana memang sesuai RAB mengunakan besi 10 mm bukan besi 12 mm seperti yang ditulis oleh oknum wartawan media online tersebut yang hanya sesuai keterangan dari warga masyarakat sekitar lokasi proyek tersebut , Berdasarkan pada RAB proyek BKKD Cangaan memang menggunakan besi 10 MM dan saran saya kalau menulis jangan asal dan tidak berdasar, ini sama halnya dengan mencemarkan nama baik perusahaan ” keluhnya, Pada (31/5/23).

Baca Juga  Dikonfirmasi Terkait Temuan BPK Soal PPh 21 Rp6,5 Miliar Trian Turangga: Datanya Pabulit (Kusut/Berantakan)

Sementara, Witono selaku ketua Ormas Pemuda Pancasila Bojonegoro menyayangkan adanya pemberitaan tersebut. Ia mengatakan bahwa perlu diluruskan di antara kedua belah pihak. soal adanya Pelaku ( oknum ) pembentak awak media dan penulis ( awak media ) dilokasi.

Witono menambahkan, lain kali sebelum menulis berita, paling tidak harus ada konfirmasi dari pihak pemerintah Desa maupun rekanan, agar lebih jelas mendapatkan informasi yang valid dan berimbang, jangan dari katanya dan biasanya ” ujarnya.

Terpisah, Imam Subendi Kades Cangaan juga sangat menyayangkan baik pemberitaan yang dirasa hanya bersumber sepihak, yang mana sumber tersebut hanya katanya dan dugaan adanya insiden menghalangi kinerja profesi wartawan .

” Pemerintah Desa siap memberikan waktu untuk meluruskan kejadian tersebut, agar diluar sana tidak terjadi lagi miss komunikasi pemberitaan yang diduga menghalangi profesi Media dan bisa kita jelaskan soal teknis pekerjaan BKKD yang saat ini berjalan ” tutupnya. ( Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan