oleh

Pemdes Kesongo Prioritaskan Pembangunan JUT Dongkrak Perekonomian Warga

Bojonegoro – Dalam upaya meningkatkan hasil pertanian dan peningkatan pendapatan para petani Pemerintah Desa Kesongo yang berada di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro membangun Jalan Usaha Tani (JUT) di tujuh areal persawahan dengan total  panjang keseluruhan 914 meter menggunakan cor blok dan batu pedel/makadam sepanjang 300 meter yang berlokasi diarea persawahan Dusun Kedungpandan, Mundu, Kesongo, Kerebet dan Dusun Bekatul, menggunakan sumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2022.

Kusnadi Kepala Desa Kesongo menjelaskan, pembangunan Jalan Usaha Tani tersebut merupakan upaya dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang mayoritas hidup dari bercocok tanam sebagai petani, dimana jalan tersebut dimanfaatkan oleh para warga/petani untuk mengangkut hasil sawah seperti padi, tembakau dan hasil usaha tani lainnya.

Baca Juga  Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Pemkab Bojonegoro Akan Gelar Pasar Murah

“Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat Desa Kesongo adalah jalan ke areal lokasi persawahan yang kebanyakan tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua, sehingga menjadi persoalan bagi warga dalam mengangkut hasil pertanian yang merupakan sumber pendapatan warga,” ucapnya, Senin (20/09/2022).

Kades melanjutkan, hal inilah yang mendorong Pemerintahan Desa Kesongo sehingga pada Musyawarah Desa menjadi skala prioritas pembangunan Jalan Usaha Tani yang diperbaiki sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Jawab Pertanyaan Warga, Beberkan Pasar Wisata hingga Beasiswa S2

“Diharapkan setelah selesainya pekerjaan ini, petani tidak lagi mengalami kesulitan ketika akan mengeluarkan hasil-hasil pertanian dan pembangunan jalan tersebut diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” tutur Kades.

Kepala Desa Kusnadi menambahkan, dengan adanya Jalan Usaha Tani tersebut pengangkutan hasil panen pertanian warga tidak terkendala karena sudah didukung jalan yang layak. Fokus Pemdes Kesongo saat ini memang Jalan Usaha Tani, karena kalau jalan poros Desa hampir semua sudah nglenyer.

“Jalan usaha tani akan menjadi program lanjutan, tahun depan Pemdes akan menganggarkan lagi untuk JUT dengan cor blok, keinginan masyarakat juga tidak muluk muluk, tidak harus kendaraan roda empat, yang penting kendaraan roda dua bisa masuk warga sudah senang,” pungkas Kades.

Baca Juga  Desa Mandiri di Kabupaten Bojonegoro Disiapkan Menjadi Pilot Projek Pelayanan Administrasi Kependudukan

Suwoto selaku Timlak menyampaikan, Jalan Usaha Tani  ini berada di 7 titik area Persawahan Desa Kesongo, dimana lokasi tersebut menjadi areal pertanian yang akses jalannya belum memadai. Sehingga petani merasa kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian, karena kondisi jalan yang tidak bagus dan becek disaat musim penghujan.

“Untuk yang cor blok di area persawahan Dusun Mundu, Kesongo, Kerebet sama Bekatul dengan panjang 914 meter, lebar 50 Cm, sedangkan yang pedel/makadam di Dusun Pereng dan Mundu, panjang 300 meter, lebar 1,5 dan 2,5 meter. Untuk Dusun Mundu memang ada 2 jalan usaha tani yang diperbaiki, dan sebelum pengerjaan sudah di musyawarahkan sama warga,” jelasnya. (sl/red )

Komentar

Tinggalkan Balasan