oleh

Gerak Cepat Kepala Desa Babad Tangani Aduan warganya

Bojonegoro – Menindaklanjuti aduan pak Asmai warga Desa Babad terkait keadaan rumahnya yang tidak layak di huni setelah mendapat bantuan program RTLH pada tahun 2019 lalu.

Pemerintah Desa Babad Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro bersama PU Cipta Karya langsung turun tangan mendatangi dan mengecek kelokasi, dan sekalaliguh langsung membenahi apa yang sekiranya di anggap tidak layak dan tidak sesuai yang di keluhkan oleh pak Asmai.

Turut hadir dalam kegiatan perbaikan RTLH tersebut kepala Desa Babad, berserta tenaga kerja dan Dinas PU cipta karya Bojonegoro. jumat, 5 Agustus 2022.

Baca Juga  Terkait Kongkalikong Proyek Rp85 Miliar Ucap ULP Berbeda Dengan Asisten Humas LKPP

Ditemui di sela sela kegiatan kepala Desa Babad Yarbo menjelaskan”, setelah mendapat aduan dari warga dan membaca berita, RTLH itu pada tahun 2019 mas,” dan sebenere bukan wewenang kami, ujarnya

Jadi,” Sebagai rasa bentuk tangung jawab serta pengabdian dan rasa empati kami, pemdes dan PU cipta karya bertidak cepat mebenahi rumah Pak Asmai yang mengelukan keadaan rumahnya setelah mendapat bantuan bedah rumah RTlH pada tahun 2019 lalu katanya bocor semua waktu hujan dan materialnya sudah rapuh tidak layak di gunakan.

Baca Juga  Di duga Pegawai SPBU 53.623.29 Semanding Tuban Melakukan Pungli Ke Tengkulak Pertalite

“Hari ini langsung turun untuk merehab ulang apa yang di keluhkan warga saya pak Asmai, agar dilakukan tindaklanjut penanganan, dan jangan sampai ada lagi muncul permasahan terkait program bedah rumah yang pembangunan seperti ini lagi ,” kata Yarbo kepala desa Babad.

Jadi kami Pemdes Babat bersama PU CIPTA Karya Bojonegoro Bergerak cepat untuk pembenahan dan perbaikan rumah pak Asmai tersebut, dan pemdes juga sudah menyiapkan bahan material yang di butuhkan oleh tukang untuk pembenahan rumah tersebut. tambah Yarbo kepala desa Babad.

Warga di sekitar juga berharap untuk selanjutnya agar pemerintah selalu mengawasi dengan serius agar program program seperti ini bisa bermanfaat bagi penerima, dan saling menjaga komunikasi antar pemerintah desa dan masyarakat agar tercipta komunikasi yang baik dan penerima manfaat juga senang. ungkap warga.( sl/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan