oleh

Renternir Mencekik, Bumdes Tumbrasanom Bebaskan Warga Dari Lilitan Hutang

Bojonegoro – Praktik bank titil atau rentenir di kawasan pedesaan memang sangat meresahkan. Tak jarang banyak pasangan suami-istri (pasutri) yang bertengkar, gara-gara terjerat hutang lintah darat.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi ujung tombak pemulihan ekonomi Nasional, itu salah satu misi dari Juminto Kades Tumbrasanom Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, adalah bagaimana menggerakkan ekonomi Desa sekaligus gerakan ekonomi Desa dari BUMDes ini bisa juga mendapatkan pendapatan asli Desa.

Kades Tumbrasanom Juminto menjelaskan, BUMDes memiliki peran agar kantong-kantong pendapatan Desa dapat terisi untuk menggerakan ekonomi Desa, serta bisa mensejahterakan perekonomian warga.

Baca Juga  CJH Kabupaten Bojonegoro Dijadwalkan Berangkat Tanggal 4 dan 5 Juni Besok

“Karena sangat miris melihat fenomena yang ada di warga, yang banyak berhutang ke bank, koperasi dan bank harian dengan bunga yang sangat besar, atas dasar itu saya berinisiatif memanfaatkan dana BUMDes untuk memberikan pinjaman ke warga,” kata Kades, Senin (25/07/2022).

Kades Juminto mengungkapkan, dengan kepintaran pemimpin Desa dalam membaca peluang diharapkan mampu meningkatan kesejahteraan masyarakat dan hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian Desa yang semakin mandiri nantinya.

“BUMDes Tumbrasanom membantu mereka yang terlilit hutang dan melunasi hutang mereka di bank harian (bank titil) serta koperasi untuk dialihkan ke BUMDes dengan bunga rendah, supaya warga bisa bernafas dengan lega, dan bisa di cek saat ini nasabah dari Desa Tumbrasanom di bank wilayah Kecamatan Kedungadem semakin berkurang, artinya dengan peran serta BUMDes saat ini masyarakat tidak berhutang lagi ke bank bank swasta yang bunganya tinggi,” tutur Kades Tumbrasanom Juminto.

Ia berharap dengan adanya pinjaman dari BUMDes bisa sedikit meringankan beban warganya karena ini Berbeda dengan bank swasta yang hanya mementingkan keuntungan untuk perusahaan perbankan mereka, bank Desa bisa menjalankan fungsi pendampingan jika ada warga kesulitan keuangan dalam usahanya.

“Mayoritas warga yang memiliki hutang ke rentenir adalah ibu rumah tangga. Dan biasanya, mereka berhutang tanpa sepengetahuan suami masing-masing. Inilah yang membuat rumah tangga mereka berantakan. Terlilit hutang dengan bunga selangit,” pungkas Kades.

Dengan berjalannya BUMDes di Desa Tumbrasanom ini semoga banyak menginspirasi para Kades untuk memfungsikan BUMDes di Desanya masing masing sesuai dengan peluang dan potensi yang ada diwilayahnya, supaya menjadikan pundi – pundi pendapatan Desa untuk membangun Desa yang sejahtera. ( slh /red )

Komentar

Tinggalkan Balasan