oleh

Tindak Lanjuti Laporan Penyelewengan BPNT di Desa Tluwe, Inspektorat Tuban Panggil 8 Kelompok

Tuban – Menindak lanjuti pelaporan yang dilaporkan oleh LSM GMAS terkait penyelewengan BPNT Desa’ Tluwe, Inspektorat Kabupaten Tuban periksa 8 penerima BPNT Desa Tluwe kecamatan Soko kabupaten Tuban Jawa Timur bertempat di kantor Desa setempat Rabu 17/02/22.

Inspektorat kabupaten Tuban memanggil sedikitnya 8 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) BPNT Desa’ Tluwe guna dimintai keterangan terkait dugaan adanya penyelewengan dana bantuan BPNT kepada KPM oleh agen E-Warung Desa Tluwe yang tidak lain adalah anak dari Kepala Desa Tluwe.

Dalam proses penyelidikan tersebut team inspektorat kabupaten Tuban mempertanyakan beberapa hal kepada KPM, Mulai dari Kondisi Beras yang tidak layak konsumsi hingga pengurangan jumlah berat (kg) di setiap pembagian bahan makanan kepada KPM.

“Saya di tanya oleh team inspektorat terkait kondisi beras yang tak layak konsumsi ya saya jawab saja iya, karena memang itu yang terjadi mau gimana lagi, dan kondisi itupun sudah berjalan beberapa bulan mulai Juni sampai Oktober” ungkap salah satu KPM yang tidak mau disebutkan namanya.

Namun sangat disesalkan sekali dari team inspektorat tidak mau memberikan penjelasan kepada awak media dengan alasan “karena hal ini belum kami laporkan kepada pimpinan dan jika mau bertanya silahkan langsung saja kepada pimpinan inspektorat kabupaten Tuban”. Pungkasnya.

Sementara, Sidik kepala Desa Tluwe saat dikonfirmasi selalu tidak mau memberikan keterangan lebih lanjut terkait pemangilan saksi saksi oleh pihakn inspektorat”, ia hanya bisa menjawab “Jika ini adalah wewenang inspektorat dan saya hanya memberikan tempat saja karena kebetulan kasus ini berada di sini” ujarnya. 

Jatmiko ketua LSM GMAS menyampaikan” Ini adalah bukti dari pelaporan yang kita layangkan kepada pihak yang berwajib, dan karena ini menyangkut hak orang miskin, saya selaku ketua LSM GMAS benjanji akan terus mengusut tuntas kasus penyelewengan BPNT ini . tuturnya. ( slh/Red )

Baca Juga  Hoax Nomor Telepon Atas Nama Bupati Anna Mu'awanah, Masyarakat Diminta Waspada

Komentar

Tinggalkan Balasan